Showing posts with label Kerja. Show all posts
Showing posts with label Kerja. Show all posts

Thursday, January 6, 2011

Kerja di luar negeri (3)

Kerja di luar negeri itu kata orang enak, bener ga sih? Tergantung dari point of viewnya. Banyak banget pengalaman hidup yang bisa kita dapat dari hasil merantau ke negeri orang dan bagian paling menarik tentang manusia dengan budaya yang berbeda. Pake istilah "merantau" nih maklum urang awak hehe...

Dari pengalaman aku sendiri ditambah rajinnya ngobrol ngalor ngidul via email dengan temen2 yang sama2 merantau tapi di negara lain kira2 gini gambarannya:
1. Malaysia
Suka ga suka harus diakui secara budaya, bahasa dan adat istiadat, orang Malaysia paling mirip dengan orang Indonesia. Dan kenyataannya memang sebagian besar orang Melayu di Malaysia masih keturunan orang Indonesia. Melayu disini bukan hanya mewakili suku seperti di Indonesia tapi lebih umum mewakili semua orang yang beragama Islam (muslim) termasuk turunan orang Jawa, Minang, Banjar dll. Boleh dikatakan berdomisili di Malaysia serasa berada di Indonesia. Populasi WNI di Malaysia baik yang legal maupun yang ilegal lebih kurang 2.5juta jiwa.

Untuk Engineering company di Malaysia, company culture biasanya Chinese culture atau Melayu (Malay) culture. Suasana kerja dan cara bergaul juga sangat berbeda. Malay style biasanya dateng jam8, ngabsen, abis itu beli sarapan di kantor atau sebagian rame2 pergi ke kedai makan atau kantin, makan sampai jam9 abis itu baru deh mulai kerja. Chinese style biasanya dateng jam8, sebelum ngabsen beli makan, makan kira2 15menit di meja masing2 dan mulai kerja hehe.....it's very different style. Malay style biasanya jam4 atau jam5 pergi ke kantin untuk minum santai sambil isap rokok dan setelah itu bcak to work. Kerja sampe malem ga masalah. Chinese style biasanya kerja sampe jam7-8 trus pulang ke rumah.

2. Belanda
Dutch people atau orang Belanda dikenal disiplin dengan waktu. Terlambat adalah salah satu kesalahan besar. Kalo ngomong langsung ke inti permasalahan, ceplas ceplos dan frontal. Semua orang punya derajat yang sama dan bukan hal yang aneh ketika instruksi seorang Manager ditolak seorang Drafter tetapi tentu saja dengan alasan yang logis. Hal yang mungkin ga terbayangkan terjadi di sebuah kantor di Jakarta. Walaupun orang Belanda dikenal sangat toleran terhadap pendatang (Chinese, Indonesian, Suriname dll) tapi dalam prakteknya tetap Londo asli diprioritaskan dalam beberapa hal. Misalnya Londo yang secara kualitas masih kurang masih bisa diterima tetapi pendatang diharapkan selalu perfect. Not fair? but it's a reality. Orang Indonesia dan keturunan Indonesia bisa dijumpai dengan mudah di Belanda dan mereka dikenal santun dan terpelajar karena banyak dari mereka merupakan mahasiswa S1, S2 dan S3 bahkan dosen di universitas ternama di Belanda.

3. Negara-negara Middle East
Mayoritas karyawan di engineering company di middle east terutama di UAE (Dubai dan Abu Dhabi) berasal dari India. Secara tidak langsung Indian culture lah yang banyak berpengaruh dalam pergaulan di kantor. Walaupun ada sebagian sektor engineering yang lebih dikuasai orang Indonesia. Tetapi harap diingat kemana pun kita pergi selalu akan bertemu dengan Indian. Negara2 yang menarik sebagai tempat mengais rejeki di middle east : Qatar, Arab Saudi dan Oman. Hal yang paling menarik adalah lokasi yang relatif sangat dekat dengan Tanah Suci jadi sangat mudah untuk pergi Haji.

4.Singapore
Sampe sekarang aku belum tertarik untuk mencoba mengais rejeki di Singapore. Selain karena aku tidak terlalu suka dengan Chinese style, aku juga tidak terlalu suka dengan suasana negara kota ala Singapore. Bukan berarti aku benci dengan Chinese cuma rasanya Malay style yang santai lebih sesuai dengan tingkat kemalasanku yang tinggi hehehe.....Lokasi yang sangat dekat dengan Indonesia juga jadi daya tarik tersendiri. Tetapi dengan gaji yang relatif sama dengan Malaysia tetapi biaya hidup yang lebih mahal 1.5-2x menjadikan daya tarik Singapore makin berkurang.

5. Brunei Darussalam
Brunei relatif mirip dengan Malaysia. baik dari segi budaya, bahasa maupun adat istiadatnya. Gaji yang relatif sedikit lebih tinggi dari Singapore tetapi dengan biaya hidup yang sedikit lebih murah adalah salah satu daya tarik bekerja di Brunei. Tapi untuk yang punya penyakit homesick disarankan jangan bekerja di Brunei karena harga tiket pesawat ke Jakarta jauh lebih mahal daripada dari Malaysia atau Singapore.

6. Africa (Nigeria, Libya, Angola dll)
Walaupun negara-negara di benua hitam ini memiliki banyak sumber daya alam tetapi fakta berbicara bahwa fasilitas dan infrastruktur di hampir semua negara kualitasnya sangat buruk. Selain itu ada beberapa kawasan yang masih dilanda konflik internal, tingkat kriminalitas yang tinggi dan wabah penyakit. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi company untuk mendapatkan karyawan yang berpengalaman dan mau berdomisili di benua tsb. Salah satu daya tarik orang berlomba-lomba bekerja di Africa yaitu gaji yang tinggi, akomodasi beserta security, sistem on-off dll.

Next time di Kerja di luar negeri (4) kita omongin masalah gaji, yuk...

Saturday, November 27, 2010

Kerja di luar negeri (2)

Kembali ke laptop.....

Ngelanjutin Kerja di luar negeri (1) nih, jadi salah satu cara supaya bisa kerja diluar negeri : "informasi dari teman" dan itu bisa didapat karena kita punya network atau jaringan. Network dari teman kuliah, teman nongkrong, teman sekantor dll. Ada informasi tapi nggak dimanfaatin ya sama juga boong. Jadi langkah kedua adalah "usaha". Melamar pekerjaan jaman sekarang bukan lagi via surat tapi internet memegang peranan penting. CV atau Resume yang kita kirimkan cukup 2-3halaman dan tentunya in English. Secara Umum isinya 1.Personal Data (Nama, Alamat, Email dan no telp, education background) 2.Working Summary (nama perusahaan, posisi, pekerjaan yang kita pernah lakukan) 3.Additional Information (computer skill, training&course dll). Informasi lain yang tidak ada hubungannya dengan lowongan yang kita inginkan lebih baik tidak disertakan contohnya pernah jadi ketua OSIS jaman SMP, runner-up bintang iklan sabun colek, pakar dalam game computer dll.

Setelah itu? Menunggu........
Ada company yang langsung merespon dan mengontak via email atau telp, menyatakan penolakan atau malah ingin meng-arrange waktu yang pas untuk "interview". Bila kita berkesempatan interview baik itu secara langsung atau by phone, sebaiknya tampilkanlah diri anda semenarik mungkin di depan User/HR. Menarik dalam artian bukan hanya secara fisik tapi tunjukkan kalu anda mempunyai kemampuan dan cocok untuk posisi tsb. Bila hasil interview memuaskan maka langkah selanjutnya adalah "negosiasi". Baik untuk posisi permanen staff atau posisi contract staff biasanya kita bisa melakukan negosiasi soal gaji, overtime/lembur, bonus, cuti dll.

Bila semuanya sudah disepakati kedua belah pihak maka langkah selanjutnya biasanya berhubungan dengan Imigrasi untuk Ijin Kerja.Bila ijin kerja sudah dapat baru deh kita bisa bekerja di negara tersebut. Negara2 Eropa dan America cenderung lebih ketat dalam mengeluarkan ijin kerja untuk orang asing. Untuk orang Indonesia bila menginginkan bekerja di luar negeri kesempatan yang paling terbuka adalah di sekitar Asia Tenggara (Malaysia, Singapore, Brunei dll) atau di Middle East.

Kembali ke soal sumber informasi.....
Selain mendapatkan informasi dari kolega atau teman, kita juga bisa proaktif memasukkan CV via online. Banyak website2 penyedia lowongan seperti www.oilcareer.com, www.monster.com dll atau melalui social network www.linkedin.com atau www.facebook.com yang bisa dicari sendiri di internet. Biasanya agent2 pencari tenaga kerja profesional atau yg dikenal dgn istilah MPS (Man Power Supply) akan mengontak kita bila mereka mempunyai lowongan yang sesuai dengan pengalaman kita. Jadi tuliskan secara jujur dalam CV/resume pekerjaan apa saja yang pernah anda lakukan.

Next time disambung lagi yah......Kerja di luar negeri (3)

Sunday, November 14, 2010

Kerja di luar negeri (1)

Dah lama banget ga nulis akhirnya kembali ke laptop dan mulai mengetik hehe.....

Satu pertanyaan yang paling sering aku dapet dari temen2 "Gimana sih caranya supaya bisa kerja di luar negeri?". Pertanyaan yang keliatannya sepele tapi untuk menjawabnya kadang2 butuh penjelasan panjang lebar agar si penanya puas dan yakin kalo dia juga bisa bekerja di luar negeri. Tapi sebelum aku jawab aku suka nanya balik "Kenapa pengen kerja di luar negeri?" Kadang ada temen yang protes, katanya orang nanya kok malah balik ditanya hehe.....bukan apa2 soalnya motivasi seseorang bekerja diluar negeri bisa macem2, ada yang pengen dapet gaji yg lebih besar, ada yang pengen cari pengalaman, ada yang pengen nyari jodoh, malah ada yang motivasinya ya biar bisa keluar negeri jalan2 gratis hahaha.....ga ada yang salah kok. Semuanya bagussss......(niru Pak Tino Sidin nih..).

Dan seringnya temen2 itu balik nanya lagi,"Yop, kamu sendiri motivasinya apa?". Nah looo....dah jadi kayak berbalas pantun nih, semuan rebutan nanya ga ada yang mo jawab hehe....Aku sendiri setelah hampir 4tahun bekerja di luar negeri merasa banyak banget manfaat yang didapat. Bisa ditinjau dari sisi aku sendiri maupun manfaat lain untuk keluargaku. Dari sisi aku, networking jadi lebih luas, pengalaman kerja dgn berbagai bangsa dengan latar belakang budaya yang berbeda, project2 mancanegara bukan hanya di Indonesia, improvement of knowledge, communication skills dan masih banyak lagi. Kalo dari sisi keluarga, istri dan anak2 dapat pengalaman dan wawasan baru, dari segi finanasial juga jauh lebih lumayan, quality of life juga lebih bagus karena rumah dekat jadi ga perlu bermacet2 ria kayak di Jakarta, speak English fluently dll.

Eh....ada yang protes, trus jawaban untuk pertanyaan yang pertama apa? hehe...sabar donk, sejujurnya susah juga ngejawabnya. Ok, kita flashback ke tahun 2006. 1 Feb 2006 aku pindah bekerja dari EPC Perancis di kawasan Mega Kuningan ke EPC Jepang yang kantornya di Blok M. Ada temen yang bilang pindah Mall dari Mall Ambasador pindah ke Pasaraya Grande Blok M hehe.....ada ada aja. Lingkungan baru, temen2 baru, kantor baru dengan Bos baru. Semuanya menyenangkan sama seperti di kantor yang lama. Tapi satu keinginanku tetap belum terpenuhi "keluar negeri". Apalagi kalo ngobrol dengan teman yg sudah pernah keluar negeri apalagi bekerja di luar negeri wuih.....langsung mikir,kapan yah aku bisa kayak mereka. Apalagi kalo ngobrol ama istri yang dari jaman pacaran udah mondar mandir ke Europe pas liat2 fotonya wuih....aku kapan yah. Karena kerjaan di kantor yg baru rada santai jadinya hampir setiap hari selain kerja, waktu luang di kantor ya email2an dgn temen, bbrp dari mereka masih diluar negeri.

Tak diduga kesempatan itu datang juga. Bulan Agustus 2006 itu ada informasi lowongan dari seorang teman, iseng2 aku apply dan ternyata ditanggapi serius ama Operation Director EPC Norway di K.Lumpur itu. CV-ku diforward ke HRD company tsb dan setelah bbrp kali berkomunikasi via telfon si HR blg kalo Head of Dept Structural akan meng-interview via phone. Senang campur was-was karena ini pengalamanku interview via telfon waduh kebayang deh ditanya macem2 dan harus menjelaskan panjang lebar dengan modal English yang pas pasan hehehe....ternyata si HOD nelfon pake bahasa Melayu dan cuma nanya bisa ini nggak bisa itu nggak dan aku jawab sejujurnya. Bbrp hari setelah itu si HR nelfon dan Alhamdulillah.....aku diterima!!! Rasanya ga sabar pengen nyampe rumah dan cerita kabar gembira ini dengan istriku, Kebetulan saat itu dirumahku ada orangtuaku dan mertuaku juga.

Akhirnya 2 Oktober 2006 walaupun dengan berat hati karena harus meninggalkan keluarga aku berangkat ke Kuala Lumpur, bulan puasa lagi hiks..hiks..... Meninggalkan istri dan anakku Mufid yang saat itu masih 6bulan. Rencananya setiap bulan aku pulang dan kalo memang memungkinkan suatu saat istri dan anakku akan menyusul tinggal di KL. Bye..bye....rumah baruku di Tangerang.

Besok besok ceritanya disambung lagi, Kerja di luar negeri (2), dah ngantuk neh...