Schiedam, 13/01/2013
Sabtu kemaren dalam cuaca yang agak mendung dan udara musim dingin yang mulai menusuk tulang, aku dan teman-teman PPMR berkumpul kembali di kediaman Meditya Wasesa (Medit) di Rotterdam. Ada beberapa teman-teman juga yang baru bergabung, mereka baru beberapa bulan melanjutkan studinya di Rotterdam. Pembicara yang hadir memberikan materi adalah Kang Deden Permana, teman baik sekaligus tetanggaku di Schiedam. Beliau merupakan Ketua PIP PKS.
Sholat Zuhur berjamaah segera dilakukan karena waktu sholat telah tiba, Kang Deden bertindak sebagai Imam. Setelah itu pengajian dibuka oleh Ketua PPMR, Ahmad Fuady yang dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qurán oleh Fasha. Setelah itu dilanjutkan materi oleh Kang Deden tentang "Peran Pemuda Dalam Peradaban Dunia". Beliau memaparkan tentang peran penting yang diemban oleh pemuda dalam membentuk dan mengubah peradaban dunia. Dilihat dari sejarah bahwa pemuda selalu berperan aktif dalam perubahan yang terjadi sejak jaman dahulu. Begitu juga dijaman sekarang peran pemuda tetap diharapkan untuk dapat mendorong negara kita ke arah yang lebih baik. Baik itu mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Rotterdam atau yang bekerja mengaplikasikan ilmunya. Kita berharap cendekiawan-cendikiawan muslim yang sekarang menuntut ilmu di luar negeri akan dapat berperan penting berbuat hal yang positif ketika balik ke tanah air. Setelah pemaparan materi ada sesi diskusi dan tanya jawab. Ada beberapa hal yang berhubungan dengan fikih ditanyakan oleh teman-teman yang hadir seperti kesulitan beribadah di kampus, jadwal kuliah atau ujian yang bentrok dengan jadwal sholat Jumát dll.
Setelah diskusi selesai maka semua yang hadir dipersilahkan menyicipi hidangan yang disediakan tuan rumah. Menu kali ini adalah soto Bandung mmhh....nikmat. Menikmati hidangan khas tanah air dan berkumpul bersama-sama teman di rantau merupakan pengalaman yang menyenangkan.
Indahnya silaturahim.....
Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts
Sunday, January 13, 2013
Friday, March 2, 2012
Mendidik Anak
Madrid, 28 Feb 2012
Matahari pagi malu-malu mulai mengintip dari balik gedung. Anak-anak masih tidur pulas setelah kemarin seharian jalan-jalan di pusat kota Madrid. Dimulai dari Tour of Bernabeu di Estadio Santiago Bernabeu, Plaza de Cebeles, Sol alias Centrum Madrid, Palacio Royal dll. Dan seperti biasanya Mufid dan Dira menikmati perjalanan dengan ceria, bercanda berdua di dalam Metro yang membawa kita ke Bernabeu, naik bus keliling Madrid, walaupun tetap diselingi "pertempuran" Mufid versus Dira, berantem :D
Terkadang saat memandangi kedua wajah polos tanpa dosa itu ada penyesalan ingat saat aku marah dan kesal dengan kelakuan mereka terutama Mufid yang super aktif, percaya diri dan ga sabaran. Dengan rasa percaya diri yang tinggi hampir selalu berjalan sendirian didepan kita selama dia yakin kita ada di belakangnya dalam radius 10-15m. Dan ga jarang Mufid tiba-tiba menghilang dari pandangan kita. Setelah beberapa menit aku dan istriku setengah panik mencari Mufid yang menghilang dan jreng...jreng...tiba-tiba Mufid nongol dan dengan wajah polosnya cerita dia kemana. Grrrrhhh.....seneng liat Mufid tapi juga kesal dan marah karena udah berkali-kali diingatkan tapi ga berubah juga, dasar Mufid. Kalo Dira bisa dibilang Mufid versi cewek, sama-sama ga bisa diam dan selalu meniru apapun yang dikerjakan si Dada (Uda Mufid) panggilan sayang Dira untuk si Uda.
Mendidik anak itu emang ga gampang dan kita baru menyadarinya kalo kita sudah dikaruniai anak dan belajar menjadi orangtua yang baik. Baru sadar dulu kita sering menyusahkan orangtua kita. Manusia memang makhluk paling unik yang pernah diciptakan Allah SWT. Tidak hanya paling sempurna secara lahiriah tapi juga punya akal fikiran yang membedakannya dengan hewan. Kadang harus ditempa keras seperti besi kadang harus diperlakukan lemah lembut seperti menenun sutra. Umpama besi yang dipukul terlalu keras maka bentuknya juga boleh jadi tidak seperti bentuk yang kita harapkan. Kebalikannya kalo terlalu lembut besi tersebut mungkin tetap seperti bentuknya semula. Tetapi ada saatnya kita harus bersikap lembut kepada anak dan itu aku akui jauh lebih sulit. Terlalu cinta kepada anak membuat orangtua merasa memiliki otoritas penuh atas anak. Orangtua lupa bahwa anak itu hanya titipan dari Allah SWT yang harus dijaga, disayang dan dididik sebaik-baiknya. Mendidik anak dengan memberikan contoh yang baik menurutku cara yang paling efektif dalam mengajarkan sesuatu kepada anak kita. Konsisten dalam ucapan dan tindakan juga penting.
Kisah Luqman mendidik anaknya secara baik sudah diceritakan di dalam Al Qur'an berabad-abad silam. Nasehat Luqman kepada anaknya dalam QS Luqman ayat 16-19:
16. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus [1182] lagi Maha Mengetahui.
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan [1183] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan [1183] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Ya Allah jadikanlah aku menjadi hamba yang sholeh, anak yang berbakti kepada orangtua, ayah yang bisa mendidik anak-anakku menjadi anak yang sholeh dan sholehah, suami yang bisa membimbing istriku tetap di jalan-Mu. Amiiiin...
http://www.alquran-indonesia.com
Matahari pagi malu-malu mulai mengintip dari balik gedung. Anak-anak masih tidur pulas setelah kemarin seharian jalan-jalan di pusat kota Madrid. Dimulai dari Tour of Bernabeu di Estadio Santiago Bernabeu, Plaza de Cebeles, Sol alias Centrum Madrid, Palacio Royal dll. Dan seperti biasanya Mufid dan Dira menikmati perjalanan dengan ceria, bercanda berdua di dalam Metro yang membawa kita ke Bernabeu, naik bus keliling Madrid, walaupun tetap diselingi "pertempuran" Mufid versus Dira, berantem :D
Terkadang saat memandangi kedua wajah polos tanpa dosa itu ada penyesalan ingat saat aku marah dan kesal dengan kelakuan mereka terutama Mufid yang super aktif, percaya diri dan ga sabaran. Dengan rasa percaya diri yang tinggi hampir selalu berjalan sendirian didepan kita selama dia yakin kita ada di belakangnya dalam radius 10-15m. Dan ga jarang Mufid tiba-tiba menghilang dari pandangan kita. Setelah beberapa menit aku dan istriku setengah panik mencari Mufid yang menghilang dan jreng...jreng...tiba-tiba Mufid nongol dan dengan wajah polosnya cerita dia kemana. Grrrrhhh.....seneng liat Mufid tapi juga kesal dan marah karena udah berkali-kali diingatkan tapi ga berubah juga, dasar Mufid. Kalo Dira bisa dibilang Mufid versi cewek, sama-sama ga bisa diam dan selalu meniru apapun yang dikerjakan si Dada (Uda Mufid) panggilan sayang Dira untuk si Uda.
Mendidik anak itu emang ga gampang dan kita baru menyadarinya kalo kita sudah dikaruniai anak dan belajar menjadi orangtua yang baik. Baru sadar dulu kita sering menyusahkan orangtua kita. Manusia memang makhluk paling unik yang pernah diciptakan Allah SWT. Tidak hanya paling sempurna secara lahiriah tapi juga punya akal fikiran yang membedakannya dengan hewan. Kadang harus ditempa keras seperti besi kadang harus diperlakukan lemah lembut seperti menenun sutra. Umpama besi yang dipukul terlalu keras maka bentuknya juga boleh jadi tidak seperti bentuk yang kita harapkan. Kebalikannya kalo terlalu lembut besi tersebut mungkin tetap seperti bentuknya semula. Tetapi ada saatnya kita harus bersikap lembut kepada anak dan itu aku akui jauh lebih sulit. Terlalu cinta kepada anak membuat orangtua merasa memiliki otoritas penuh atas anak. Orangtua lupa bahwa anak itu hanya titipan dari Allah SWT yang harus dijaga, disayang dan dididik sebaik-baiknya. Mendidik anak dengan memberikan contoh yang baik menurutku cara yang paling efektif dalam mengajarkan sesuatu kepada anak kita. Konsisten dalam ucapan dan tindakan juga penting.
Kisah Luqman mendidik anaknya secara baik sudah diceritakan di dalam Al Qur'an berabad-abad silam. Nasehat Luqman kepada anaknya dalam QS Luqman ayat 16-19:
16. (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus [1182] lagi Maha Mengetahui.
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan [1183] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan [1183] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Ya Allah jadikanlah aku menjadi hamba yang sholeh, anak yang berbakti kepada orangtua, ayah yang bisa mendidik anak-anakku menjadi anak yang sholeh dan sholehah, suami yang bisa membimbing istriku tetap di jalan-Mu. Amiiiin...
http://www.alquran-indonesia.com
Sunday, February 19, 2012
Pengajian HIMMI - 18 Feb 2012
Rotterdam, 18 Feb 2012
Pengajian HIMMI Sabtu malam ini seperti biasa dilaksanakan selepas sholat maghrib bertempat di Ibn Khaldun, Rotterdam. Dimulai dengan belajar Al-Quran. Ada kelompok bapak-bapak, kelompok ibu-ibu dan kelompok remaja+anak-anak. Teman-teman yang kemampuannya relatif lebih baik dengan sukarela membimbing teman-teman lain yang masih tertatih-tatih dalam membaca ayat suci Al-Qur'an. Tanpa melihat umur semua jamaah tetap bersemangat untuk belajar mengaji. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.
Tak lama setelah itu adzan Isya berkumandang. Semua bersiap-siap melaksanakan sholat Isya berjamaah. Setelah sholat Isya maka seperti biasa dilanjutkan dengan tadarus Al Qur'an. Malam ini dipilih 3 ayat terakhir dari Surat Al Baqarah yaitu ayat 284 sampai 286 yang terjemahannya sebagai berikut:
QS Al Baqarah 284-286
284. Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
285. Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta'at." (Mereka berdo'a): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
Setelah tadarus, Pak Hamdi seperti biasa memberikan ulasan dari ayat yang dibaca. Materi yang dibahas masih ada hubungannya dengan pengajian minggu lalu yang membahas tentang manfaat membaca Ayat Kursi. Ketiga ayat diatas bila rutin dibaca Insya Allah akan menghindarkan kita dari sihir dan niat jahat . Ayat-ayat diatas juga baik untuk dibaca ketika sakit fisik maupun ketika kita mempunyai masalah.
Beliau menjelaskan ayat 284, bahwa jika kita mempunyai niat yang ikhlas dalam membantu orang lain Insya Allah kita akan mendapatkan balasan dari Allah SWT, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak. Ketika kita membantu fakir miskin dengan ikhlas tanpa ada niat riya atau sombong di hadapan teman atau tetangga maka niat dan perbuatan kita itu dihitung sebagai pahala dan diberi ganjaran yang setimpal oleh Allah SWT. Dan urusan kita pun akan diberi kemudahan.
Sedangkan ayat 285 dan 286 menjelaskan bahwa iman semua manusia itu naik turun. Hal itu dipengaruhi lingkungan sekeliling kita. ada kalanya kita malas untuk sholat, malas untuk mengaji, lupa bersyukur atas nikmat-Nya. Maka kita seharusnya memohon ampunan dan perlindungan dari Allah SWT dan juga memohon agar kita dapat dengan ikhlas menerima semua cobaan yang diberi-Nya. Karena sesungguhnya Allah SWT memberikan cobaan ke hambanya sesuai dengan tingkat keimanan dan kadar kemampuannya masing-masing. Dalam ayat ini juga terkandung do'a yang baik sekali untuk diamalkan.
Pengajian diakhiri dengan makan malam bersama dengan menu-menu khas Indonesia buatan ibu-ibu HIMMI. Alhamdulillah.....
Referensi:
www.alquran-indonesia.com
Pengajian HIMMI Sabtu malam ini seperti biasa dilaksanakan selepas sholat maghrib bertempat di Ibn Khaldun, Rotterdam. Dimulai dengan belajar Al-Quran. Ada kelompok bapak-bapak, kelompok ibu-ibu dan kelompok remaja+anak-anak. Teman-teman yang kemampuannya relatif lebih baik dengan sukarela membimbing teman-teman lain yang masih tertatih-tatih dalam membaca ayat suci Al-Qur'an. Tanpa melihat umur semua jamaah tetap bersemangat untuk belajar mengaji. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.
Tak lama setelah itu adzan Isya berkumandang. Semua bersiap-siap melaksanakan sholat Isya berjamaah. Setelah sholat Isya maka seperti biasa dilanjutkan dengan tadarus Al Qur'an. Malam ini dipilih 3 ayat terakhir dari Surat Al Baqarah yaitu ayat 284 sampai 286 yang terjemahannya sebagai berikut:
QS Al Baqarah 284-286
284. Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
285. Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta'at." (Mereka berdo'a): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
Setelah tadarus, Pak Hamdi seperti biasa memberikan ulasan dari ayat yang dibaca. Materi yang dibahas masih ada hubungannya dengan pengajian minggu lalu yang membahas tentang manfaat membaca Ayat Kursi. Ketiga ayat diatas bila rutin dibaca Insya Allah akan menghindarkan kita dari sihir dan niat jahat . Ayat-ayat diatas juga baik untuk dibaca ketika sakit fisik maupun ketika kita mempunyai masalah.
Beliau menjelaskan ayat 284, bahwa jika kita mempunyai niat yang ikhlas dalam membantu orang lain Insya Allah kita akan mendapatkan balasan dari Allah SWT, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak. Ketika kita membantu fakir miskin dengan ikhlas tanpa ada niat riya atau sombong di hadapan teman atau tetangga maka niat dan perbuatan kita itu dihitung sebagai pahala dan diberi ganjaran yang setimpal oleh Allah SWT. Dan urusan kita pun akan diberi kemudahan.
Sedangkan ayat 285 dan 286 menjelaskan bahwa iman semua manusia itu naik turun. Hal itu dipengaruhi lingkungan sekeliling kita. ada kalanya kita malas untuk sholat, malas untuk mengaji, lupa bersyukur atas nikmat-Nya. Maka kita seharusnya memohon ampunan dan perlindungan dari Allah SWT dan juga memohon agar kita dapat dengan ikhlas menerima semua cobaan yang diberi-Nya. Karena sesungguhnya Allah SWT memberikan cobaan ke hambanya sesuai dengan tingkat keimanan dan kadar kemampuannya masing-masing. Dalam ayat ini juga terkandung do'a yang baik sekali untuk diamalkan.
Pengajian diakhiri dengan makan malam bersama dengan menu-menu khas Indonesia buatan ibu-ibu HIMMI. Alhamdulillah.....
Referensi:
www.alquran-indonesia.com
Saturday, January 22, 2011
"Matahariku.......sampai jumpa besok....."
Sabtu pagi 22/01/11 di Papendrecht
Akhir Januari di musim dingin. Dua minggu terakhir suhu udara di Papendrecht antara 10-12 Celcius relatif lebih hangat daripada suhu rata-rata musim dingin tahun ini di Belanda yang berkisar minus 5 sampai minus 2. Dan berdasarkan prakiraan cuaca, minggu depan suhu akan kembali drop dibawah titik beku seperti awal November dan pertengahan Desember kemaren, snow will be coming brrrggghh.....
Winter alias musim dingin selain dingin, juga sering mendung dan berawan jadinya matahari jarang nongol. Matahari terbit sekitar jam 7 dan terbenam sekitar jam 5. Biasanya di Belanda saat weekend terakhir bulan Oktober ada perubahan waktu biasanya disebut Winter Time. Jam di seluruh negara dimundurkan 1 jam lebih awal sehingga perbedaan waktu dengan Waktu Indonesia Barat (WIB) menjadi 7 jam. Waktu ini akan berubah lagi saat weekend terakhir bulan Maret biasanya disebut Summer Time, dimajukan lagi 1 jam sehingga perbedaan waktu dengan WIB kembali menjadi 6 jam. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap waktu sholat. Sholat Subuh jam 7 pagi dan sholat magrib jam 4 sore. Ada beberapa artikel mengatakan hal ini berpengaruh secara psikologis, sebagian orang merasa suasana hatinya lebih suram dan tidak bersemangat.
Masih lekat dalam ingatan beberapa tahun yang lalu saat aku masih bekerja di kota metropolitan Jakarta. Ditengah kerasnya kehidupan Jakarta, polusi udara akibat asap knalpot, kawanan pencopet di metromini masih ditambah panasnya sinar matahari ibukota heuuuuh....puanas. Begitu lega rasanya ketika sampai di kantor yang ber-AC. Tak jarang ada sumpah serapah dari teman-teman yang berkomentar soal panasnya udara ibukota terutama saat musim kemarau. Sangat berbeda ketika aku masih memakai seragam putih abu-abu. Siang bolong sekitar jam 11 sampai jam 1 ketika guru yang seharusnya mengajar ternyata sakit atau berhalangan, aku dan teman-temanku keluar kelas dan main sepakbola tanpa peduli dengan panasnya sinar matahari. Ga peduli dengan kulit yang hitam, muka yang gosong atau baju seragam yang kumal dan bau keringat selepas bermain bola maklum masih lugu dan belum punya pacar hehe...
Di belahan dunia lain dimana matahari bersinar sepanjang tahun ada segelintir manusia yang memuja matahari dan menyebutnya Dewa Matahari diantaranya kaum Mesir kuno, Romawi, sampai Indian di benua Amerika memuja matahari karena dianggap mataharilah yang memberi kehidupan, kesuburan dalam pertanian dan sehingga diabadikan di kuil peribadatannya. Mereka lupa ada yang lebih besar dan lebih berkuasa dari matahari.
Allah SWT berfirman dalam Surat 41 Fushshilat ayat 37:
Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
Suatu saat Nadira, anak keduaku, diberi vitamin D saat kontrol kesehatan. Semua batita di Belanda diberi vitamin D untuk membantu pertumbuhan tulang dan giginya diakibatkan kurangnya sinar matahari sebagai salah satu sumber vitamin D alami seperti di Indonesia. Hal yang mungkin luput dari perhatian ketika kita di tanah air karena hampir setiap hari kita dapat menikmati sinar matahari. Hari ini cerah dan sejak pagi matahari sudah terlihat mengintip dari peraduannya dan ketika tadi sore aku lihat matahari kembali ke peraduannya, aku cuma bisa bergumam "Matahariku.......sampai jumpa besok....."
Akhir Januari di musim dingin. Dua minggu terakhir suhu udara di Papendrecht antara 10-12 Celcius relatif lebih hangat daripada suhu rata-rata musim dingin tahun ini di Belanda yang berkisar minus 5 sampai minus 2. Dan berdasarkan prakiraan cuaca, minggu depan suhu akan kembali drop dibawah titik beku seperti awal November dan pertengahan Desember kemaren, snow will be coming brrrggghh.....
Winter alias musim dingin selain dingin, juga sering mendung dan berawan jadinya matahari jarang nongol. Matahari terbit sekitar jam 7 dan terbenam sekitar jam 5. Biasanya di Belanda saat weekend terakhir bulan Oktober ada perubahan waktu biasanya disebut Winter Time. Jam di seluruh negara dimundurkan 1 jam lebih awal sehingga perbedaan waktu dengan Waktu Indonesia Barat (WIB) menjadi 7 jam. Waktu ini akan berubah lagi saat weekend terakhir bulan Maret biasanya disebut Summer Time, dimajukan lagi 1 jam sehingga perbedaan waktu dengan WIB kembali menjadi 6 jam. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap waktu sholat. Sholat Subuh jam 7 pagi dan sholat magrib jam 4 sore. Ada beberapa artikel mengatakan hal ini berpengaruh secara psikologis, sebagian orang merasa suasana hatinya lebih suram dan tidak bersemangat.
Masih lekat dalam ingatan beberapa tahun yang lalu saat aku masih bekerja di kota metropolitan Jakarta. Ditengah kerasnya kehidupan Jakarta, polusi udara akibat asap knalpot, kawanan pencopet di metromini masih ditambah panasnya sinar matahari ibukota heuuuuh....puanas. Begitu lega rasanya ketika sampai di kantor yang ber-AC. Tak jarang ada sumpah serapah dari teman-teman yang berkomentar soal panasnya udara ibukota terutama saat musim kemarau. Sangat berbeda ketika aku masih memakai seragam putih abu-abu. Siang bolong sekitar jam 11 sampai jam 1 ketika guru yang seharusnya mengajar ternyata sakit atau berhalangan, aku dan teman-temanku keluar kelas dan main sepakbola tanpa peduli dengan panasnya sinar matahari. Ga peduli dengan kulit yang hitam, muka yang gosong atau baju seragam yang kumal dan bau keringat selepas bermain bola maklum masih lugu dan belum punya pacar hehe...
Di belahan dunia lain dimana matahari bersinar sepanjang tahun ada segelintir manusia yang memuja matahari dan menyebutnya Dewa Matahari diantaranya kaum Mesir kuno, Romawi, sampai Indian di benua Amerika memuja matahari karena dianggap mataharilah yang memberi kehidupan, kesuburan dalam pertanian dan sehingga diabadikan di kuil peribadatannya. Mereka lupa ada yang lebih besar dan lebih berkuasa dari matahari.
Allah SWT berfirman dalam Surat 41 Fushshilat ayat 37:
Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
Suatu saat Nadira, anak keduaku, diberi vitamin D saat kontrol kesehatan. Semua batita di Belanda diberi vitamin D untuk membantu pertumbuhan tulang dan giginya diakibatkan kurangnya sinar matahari sebagai salah satu sumber vitamin D alami seperti di Indonesia. Hal yang mungkin luput dari perhatian ketika kita di tanah air karena hampir setiap hari kita dapat menikmati sinar matahari. Hari ini cerah dan sejak pagi matahari sudah terlihat mengintip dari peraduannya dan ketika tadi sore aku lihat matahari kembali ke peraduannya, aku cuma bisa bergumam "Matahariku.......sampai jumpa besok....."
Wednesday, January 19, 2011
Jangan selalu melihat keatas tapi lihat juga ke bawah dan sekeliling kita
Papendrecht 19 Jan 2011
Aku sampai sekarang masih takjub kalo memperhatikan alam dan seisinya. Semakin takjub lagi kalo aku sedang mengamati makhluk yang bernama manusia. Sedikit cerita soal mengamati ini, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar aku memang suka memperhatikan tingkah laku orang-orang di sekitarku. Pengamatan kadang saat nongkrong rame-rame teman-temanku di simpang jalan, kadang di terminal, kadang di stasiun, dan bisa dimana aja termasuk dalam keseharianku. Buatku semuanya unik dan menarik karena memang tidak ada manusia yang persis sama baik itu kelakuannya ataupun wajahnya walaupun terlahir kembar. Dan selalu ada pelajaran yang bisa aku ambil dari hasil pengamatanku itu.
Ada Bang Iwan, tukang becak di Kisaran, yang setiap hari mengantar dan menjemputku ke sekolah sewaktu SD. Betapapun perjuangannya mengais rejeki dan berusaha menyekolahkan anak-anaknya tapi Bang Iwan ini ceria dan selalu bercanda dengan aku dan teman-temannya. Tapi ada satu makhluk yang paling dia benci, anjing.....yaaa, Bang Iwan paling benci dengan anjing. Bukan berarti dia takut tapi justru setiap melihat anjing pasti dia ambil batu dan dia lempar ke dekat anjing itu hanya sekedar untuk menakut-nakuti setelah itu biasanya dia tertawa puas hehe...
Beberapa bulan yang lalu ketika aku pulang ke Kisaran, aku sempat ketemu dengan Bang Iwan. Pastinya dia terlihat lebih tua tapi yang pasti cita-citanya untuk menyekolahkan 3 orang anaknya sampai ke jenjang SMA sudah terpenuhi. Dan dia terlihat begitu bangga mendengar aku akan bekerja di Belanda, ekspresi yang sama ketika aku bertemu dia beberapa tahun sebelumnya ketika aku baru kuliah di ITB. Ada pelajaran yang aku petik "semangat pantang menyerah dan jalani hidup dengan ceria".
Sosok lain ada Suhartono alias Tono, teman sebangku aku di SMP 2 Kisaran dari mulai kelas I sampai kelas 3. Dia anak pertama dari 4 atau 5 bersaudara, aku lupa persisnya. Sebagai anak sulung dia diharapkan jadi panutan buat adik-adiknya. Beberapa kali aku main ke rumahnya, rumah yang sederhana di suatu tempat bernama Sidomukti kira-kira 5km dari pusat kota Kisaran. Aku sering mendengar ceritanya soal rutinitas kesehariannya dirumah, pulang sekolah mencari kayu bakar di perkebunan karet di sekitar rumahnya, mengasuh adiknya yang masih kecil, bikin mobil-mobilan sendiri dari kayu dengan teman-teman sekampungnya. Kadang Tono cerita kalau dia tidak sempat membuat PR karena kecapean menyelesaikan pekerjaan dirumah demi membantu orangtuanya. Dan satu yang aku paling ingat dari Tono, dia tidak pernah marah kalau aku isengin hehe.....Selepas SMP dia melanjutkan sekolahnya ke STM karena berencana setamat dari STM berusaha untuk mendapatkan pekerjaan dan menutup kemungkinan untuk melanjutkan studinya sampai ke perguruan tinggi karena pertimbangan biaya dan adik-adiknya yang masih sekolah. Terakhir aku ketemu dengan Tono saat aku pulang ke Kisaran sewaktu jaman kuliah. Dia cerita pernah jadi supir truk tapi saat itu dia bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan di Kisaran. Sayang setelah itu aku kehilangan kontak dengan dia :-(
Ada pelajaran yang aku petik "Kerja keras dan realistis".
Sosok lain yang aku ingat ada si Ibu penjual tape. Si Ibu ini hampir setiap hari lewat di depan rumahku menjajakan dagangannya dengan naik sepeda tuanya dari rumahnya yang berjarak kira-kira 15km dari rumahku. Dagangannya hanya tape singkong atau orang Kisaran menyebutnya tape ubi dan tape ketan yang di Kisaran disebut tape pulut. Si Ibu ini saat itu (pertengahan tahun 80-an) berumur sekitar 40tahunan, orang Jawa dengan dialek Jawanya yang kental (di Kisaran memang banyak berdomisili suku Jawa), memakai kain dan topi caping lebar seperti orang mau ke sawah, dan di tengah terik matahari siang selalu teriak tape....tapeeeeee...... Satu bungkus tape ubi yang berisi 3 potong ubi sepanjang dua ruas jari dijual Rp.25, tape pulut satu gelas Rp.100. Boleh jadi di kompleks perumahan RSU Kisaran tempat aku tinggal, aku termasuk salah satu customer favorit si Ibu ini. Karena minimal dua atau tiga kali dalam seminggu pasti aku selalu membeli dagangannya, satu paket tape ubi (10bungkus) dan tape pulut 1 gelas. Sampai sekarang aku masih ingat rasa tape dan senyuman bahagia si Ibu penjual tape saat aku beli dagangannya. Ada pelajaran yang aku petik "kalo kita mau berusaha, rezeki yang halal pasti kita dapat".
Sebenernya masih banyak orang-orang di sekelilingku yang menurutku bisa menjadi "guru kehidupan". Ungkapan "Jangan selalu melihat keatas tapi lihat juga ke bawah" tidak salah tapi menurutku lebih tepat bila diubah menjadi "Jangan selalu melihat keatas tapi lihat juga ke bawah dan sekeliling kita".
Al Qur'an Ad Dhuhaa ayat 11 :
Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).
Mudah-mudahan kita tidak lagi cuma bisa mengeluh tapi lebih bersyukur dengan keadaan kita, apapun yang terjadi Insya Allah itu adalah jalan yang terbaik buat kita.
Aku sampai sekarang masih takjub kalo memperhatikan alam dan seisinya. Semakin takjub lagi kalo aku sedang mengamati makhluk yang bernama manusia. Sedikit cerita soal mengamati ini, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar aku memang suka memperhatikan tingkah laku orang-orang di sekitarku. Pengamatan kadang saat nongkrong rame-rame teman-temanku di simpang jalan, kadang di terminal, kadang di stasiun, dan bisa dimana aja termasuk dalam keseharianku. Buatku semuanya unik dan menarik karena memang tidak ada manusia yang persis sama baik itu kelakuannya ataupun wajahnya walaupun terlahir kembar. Dan selalu ada pelajaran yang bisa aku ambil dari hasil pengamatanku itu.
Ada Bang Iwan, tukang becak di Kisaran, yang setiap hari mengantar dan menjemputku ke sekolah sewaktu SD. Betapapun perjuangannya mengais rejeki dan berusaha menyekolahkan anak-anaknya tapi Bang Iwan ini ceria dan selalu bercanda dengan aku dan teman-temannya. Tapi ada satu makhluk yang paling dia benci, anjing.....yaaa, Bang Iwan paling benci dengan anjing. Bukan berarti dia takut tapi justru setiap melihat anjing pasti dia ambil batu dan dia lempar ke dekat anjing itu hanya sekedar untuk menakut-nakuti setelah itu biasanya dia tertawa puas hehe...
Beberapa bulan yang lalu ketika aku pulang ke Kisaran, aku sempat ketemu dengan Bang Iwan. Pastinya dia terlihat lebih tua tapi yang pasti cita-citanya untuk menyekolahkan 3 orang anaknya sampai ke jenjang SMA sudah terpenuhi. Dan dia terlihat begitu bangga mendengar aku akan bekerja di Belanda, ekspresi yang sama ketika aku bertemu dia beberapa tahun sebelumnya ketika aku baru kuliah di ITB. Ada pelajaran yang aku petik "semangat pantang menyerah dan jalani hidup dengan ceria".
Sosok lain ada Suhartono alias Tono, teman sebangku aku di SMP 2 Kisaran dari mulai kelas I sampai kelas 3. Dia anak pertama dari 4 atau 5 bersaudara, aku lupa persisnya. Sebagai anak sulung dia diharapkan jadi panutan buat adik-adiknya. Beberapa kali aku main ke rumahnya, rumah yang sederhana di suatu tempat bernama Sidomukti kira-kira 5km dari pusat kota Kisaran. Aku sering mendengar ceritanya soal rutinitas kesehariannya dirumah, pulang sekolah mencari kayu bakar di perkebunan karet di sekitar rumahnya, mengasuh adiknya yang masih kecil, bikin mobil-mobilan sendiri dari kayu dengan teman-teman sekampungnya. Kadang Tono cerita kalau dia tidak sempat membuat PR karena kecapean menyelesaikan pekerjaan dirumah demi membantu orangtuanya. Dan satu yang aku paling ingat dari Tono, dia tidak pernah marah kalau aku isengin hehe.....Selepas SMP dia melanjutkan sekolahnya ke STM karena berencana setamat dari STM berusaha untuk mendapatkan pekerjaan dan menutup kemungkinan untuk melanjutkan studinya sampai ke perguruan tinggi karena pertimbangan biaya dan adik-adiknya yang masih sekolah. Terakhir aku ketemu dengan Tono saat aku pulang ke Kisaran sewaktu jaman kuliah. Dia cerita pernah jadi supir truk tapi saat itu dia bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan di Kisaran. Sayang setelah itu aku kehilangan kontak dengan dia :-(
Ada pelajaran yang aku petik "Kerja keras dan realistis".
Sosok lain yang aku ingat ada si Ibu penjual tape. Si Ibu ini hampir setiap hari lewat di depan rumahku menjajakan dagangannya dengan naik sepeda tuanya dari rumahnya yang berjarak kira-kira 15km dari rumahku. Dagangannya hanya tape singkong atau orang Kisaran menyebutnya tape ubi dan tape ketan yang di Kisaran disebut tape pulut. Si Ibu ini saat itu (pertengahan tahun 80-an) berumur sekitar 40tahunan, orang Jawa dengan dialek Jawanya yang kental (di Kisaran memang banyak berdomisili suku Jawa), memakai kain dan topi caping lebar seperti orang mau ke sawah, dan di tengah terik matahari siang selalu teriak tape....tapeeeeee...... Satu bungkus tape ubi yang berisi 3 potong ubi sepanjang dua ruas jari dijual Rp.25, tape pulut satu gelas Rp.100. Boleh jadi di kompleks perumahan RSU Kisaran tempat aku tinggal, aku termasuk salah satu customer favorit si Ibu ini. Karena minimal dua atau tiga kali dalam seminggu pasti aku selalu membeli dagangannya, satu paket tape ubi (10bungkus) dan tape pulut 1 gelas. Sampai sekarang aku masih ingat rasa tape dan senyuman bahagia si Ibu penjual tape saat aku beli dagangannya. Ada pelajaran yang aku petik "kalo kita mau berusaha, rezeki yang halal pasti kita dapat".
Sebenernya masih banyak orang-orang di sekelilingku yang menurutku bisa menjadi "guru kehidupan". Ungkapan "Jangan selalu melihat keatas tapi lihat juga ke bawah" tidak salah tapi menurutku lebih tepat bila diubah menjadi "Jangan selalu melihat keatas tapi lihat juga ke bawah dan sekeliling kita".
Al Qur'an Ad Dhuhaa ayat 11 :
Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).
Mudah-mudahan kita tidak lagi cuma bisa mengeluh tapi lebih bersyukur dengan keadaan kita, apapun yang terjadi Insya Allah itu adalah jalan yang terbaik buat kita.
Sunday, January 16, 2011
Menikmati Kehidupan
Malam ini pikiranku melayang kembali ke beberapa belas tahun silam teringat salah seorang sahabatku jaman kuliah. Seorang teman yang menurutku mempunyai kepribadian unik dan punya sudut pandang yang sedikit berbeda dari kebanyakan teman-temanku di kampus. Pada saat teman-teman yang lain asyik bergelut dengan materi kuliah yang pastinya sebagian besar ada hubungannya dengan rekayasa atau istilah kerennya engineering. Tapi teman aku yang satu ini lebih tertarik melihat permasalahan yang ada dari kacamata antropologi dan sosiologi. Di kemudian hari topik Tugas Akhirnya pun tidak beranjak jauh dari kedua aspek ini sampai-sampai dosen pembimbingnya bingung karena materi dari proposal TA-nya lebih cocok untuk mahasiswa antropologi daripada mahasiswa yang kuliah di ITB hehe....
Aku ingat suatu saat dia datang ke rumah kontrakanku. Oh ya.....aku mengontrak rumah dengan beberapa teman tidak berapa jauh dari kampus. Konsekuensinya rumah kami jadi base camp tempat ngobrol, tempat belajar sistem kebut semalam (SKS) kalo musim ujian atau sekedar tempat maen kartu waktu malam minggu karena sebagian besar masih jomblo. Temanku itu datang dan dengan mimik serius dia cerita kalo sudah beberapa hari terakhir dia sangat gelisah. Aku tanya kenapa dan dia jawab "Aku merasa udah ga ada kenikmatan di dunia ini". Beuh......jawaban macam apa itu, bingung aku."Maksudnya?" aku tanya lagi. Dia bilang setelah difikir-fikir kok semua yang ada di dunia ini ga ada yang istimewa yah, ga ada yang nikmat katanya. Biasa aja kan kita bernafas, biasa aja kan kita bisa ngobrol+ketawa, biasa aja kan kita bisa makan+minum, biasa aja kan kalo kita sakit. Pokoknya semua dianggap biasa dan semuanya hal yang normal.
Aku fikir ini sesuatu yang serius dan bila dibiarkan hal-hal seperti ini bisa berpotensi menjerumuskan kita menjadi kufur nikmat. Naudzubillah.....
Dalam Al Qur'an surat Al-Baqarah 152 Allah SWT telah berfirman:
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku.
Jadi ketika nikmat Allah SWT sudah tidak kita rasakan sebagai nikmat. Ketika setetes air menyentuh lidah kita waktu kita berbuka puasa dan kita menganggap itu sebagai sesuatu normal sesuatu yang wajar kita nikmati, kalo menurut aku sendiri iman kita sedang dipertaruhkan. Terlalu naif rasanya bila kita sebagai ummat yang lemah berani mengatakan sudah tidak ada kenikmatan di dunia ini. Ketika tidak ada lagi kenikmatan yang kita rasakan di dunia ini, jalan yang terbaik adalah MATI.
Sadarkah kita betapa keciiiiilnya kita di hadapan Allah, sadarkah kita kehidupan kita bisa berubah 180 derajat hanya dalam sekelip mata bila Allah mengubahnya. Di saat kita terlena dan merasa semuanya hanya rutinitas kehidupan, semuanya bisa berubah dan boleh jadi sudah terlambat untuk sadar kalo semuanya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Di dalam hati manusia selalu ada bibit-bibit kesombongan, merasa lebih hebat dari teman-temannya, paling pandai, paling melejit karirnya dsb. Tapi ketika nasibnya berubah, manusia sombong itu akan sadar dan kembali mengingat Allah. Dia akan merengek persis seperti anak kecil yang merengek kepada ibunya. Biasanya sholat cukup sekedarnya dan di akhir waktu, ketika manusia itu diberi kesusahan sholatnya akan lebih khusyuk, di awal waktu, bersimpuh memohon kepada Allah agar kesusahan itu secepatnya dihilangkan dari kehidupannya.
Jadi ketika kita diberi nikmat maka syukurilah dan sadarlah bahwa nikmat itu tidak selalu ada dari kehidupan kita. Begitu juga ketika kesusahan datang kepada kita, syukurilah karena kesusahan itu tidak selalu ada dan ia ada karena kesalahan kita sendiri sebagai pengingat agar kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Sadarkah kita setiap hari tidak lebih dari 10% waktu kita yang kita habiskan untuk akhirat. Kita selaluuu sibuk dengan duniawi.
Allah SWT berfirman, An Nisaa 79 :
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
Enjoy your life.......
Aku ingat suatu saat dia datang ke rumah kontrakanku. Oh ya.....aku mengontrak rumah dengan beberapa teman tidak berapa jauh dari kampus. Konsekuensinya rumah kami jadi base camp tempat ngobrol, tempat belajar sistem kebut semalam (SKS) kalo musim ujian atau sekedar tempat maen kartu waktu malam minggu karena sebagian besar masih jomblo. Temanku itu datang dan dengan mimik serius dia cerita kalo sudah beberapa hari terakhir dia sangat gelisah. Aku tanya kenapa dan dia jawab "Aku merasa udah ga ada kenikmatan di dunia ini". Beuh......jawaban macam apa itu, bingung aku."Maksudnya?" aku tanya lagi. Dia bilang setelah difikir-fikir kok semua yang ada di dunia ini ga ada yang istimewa yah, ga ada yang nikmat katanya. Biasa aja kan kita bernafas, biasa aja kan kita bisa ngobrol+ketawa, biasa aja kan kita bisa makan+minum, biasa aja kan kalo kita sakit. Pokoknya semua dianggap biasa dan semuanya hal yang normal.
Aku fikir ini sesuatu yang serius dan bila dibiarkan hal-hal seperti ini bisa berpotensi menjerumuskan kita menjadi kufur nikmat. Naudzubillah.....
Dalam Al Qur'an surat Al-Baqarah 152 Allah SWT telah berfirman:
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku.
Jadi ketika nikmat Allah SWT sudah tidak kita rasakan sebagai nikmat. Ketika setetes air menyentuh lidah kita waktu kita berbuka puasa dan kita menganggap itu sebagai sesuatu normal sesuatu yang wajar kita nikmati, kalo menurut aku sendiri iman kita sedang dipertaruhkan. Terlalu naif rasanya bila kita sebagai ummat yang lemah berani mengatakan sudah tidak ada kenikmatan di dunia ini. Ketika tidak ada lagi kenikmatan yang kita rasakan di dunia ini, jalan yang terbaik adalah MATI.
Sadarkah kita betapa keciiiiilnya kita di hadapan Allah, sadarkah kita kehidupan kita bisa berubah 180 derajat hanya dalam sekelip mata bila Allah mengubahnya. Di saat kita terlena dan merasa semuanya hanya rutinitas kehidupan, semuanya bisa berubah dan boleh jadi sudah terlambat untuk sadar kalo semuanya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Di dalam hati manusia selalu ada bibit-bibit kesombongan, merasa lebih hebat dari teman-temannya, paling pandai, paling melejit karirnya dsb. Tapi ketika nasibnya berubah, manusia sombong itu akan sadar dan kembali mengingat Allah. Dia akan merengek persis seperti anak kecil yang merengek kepada ibunya. Biasanya sholat cukup sekedarnya dan di akhir waktu, ketika manusia itu diberi kesusahan sholatnya akan lebih khusyuk, di awal waktu, bersimpuh memohon kepada Allah agar kesusahan itu secepatnya dihilangkan dari kehidupannya.
Jadi ketika kita diberi nikmat maka syukurilah dan sadarlah bahwa nikmat itu tidak selalu ada dari kehidupan kita. Begitu juga ketika kesusahan datang kepada kita, syukurilah karena kesusahan itu tidak selalu ada dan ia ada karena kesalahan kita sendiri sebagai pengingat agar kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Sadarkah kita setiap hari tidak lebih dari 10% waktu kita yang kita habiskan untuk akhirat. Kita selaluuu sibuk dengan duniawi.
Allah SWT berfirman, An Nisaa 79 :
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
Enjoy your life.......
Saturday, January 15, 2011
Muslim bukan sekedar ga makan babi
Menjelang 15/1/11......
Hidup di negara yang mayoritas penduduknya non muslim memang memberikan tantangan tersendiri untuk seorang muslim. Dan saat ini aku mengalami sendiri perbedaan yang mencolok antara tempat tinggalku sebelumnya di Malaysia yang mayoritas penduduknya muslim dan di tempat tinggalku sekarang di Belanda. Hal-hal kecil yang tadinya kelihatan tidak penting sekarang bisa menimbulkan masalah misalnya mencari tempat sholat. Masalah bukan hanya itu, untuk berwudu' aku dan Dewi, istriku, harus sedikit memutar otak. Di Malaysia dimana-mana kita dengan mudahnya menemukan surau (mushola) lengkap dengan tempat wudu'-nya, bersih dan nyaman. Mesjid juga ada dimana-mana, megah dan nyaman untuk tempat kita bersujud kepada-Nya.
Tapi Alhamdulillah selama ini kita selalu menemukan solusinya. Di kantorku ada beberapa orang muslim walaupun ga banyak. Ada yang orang Indonesia tapi sudah lama tinggal di Belanda dan ada orang Turki. Hari pertama kerja aku diperkenalkan dengan orang Indonesia, aku sebut saja namanya Pak A, sudah tua umurnya 60-an dan hampir pensiun. Sewaktu aku tanya apakah dia muslim dan dia jawab iya, wah.....seneng banget rasanya. Tapi sewaktu aku tanya dimana dia sholat Jum'at karena aku belum tau dimana mesjid terdekat dari kantor dan dia menggeleng sambil bilang sejak dia tinggal di Belanda dia tidak pernah lagi mengerjakan sholat. Ya Allah......aku berkata dalam hati, kasian banget yah sambil berfikir apa aku akan jadi seperti dia kalo aku udah tinggal puluhan tahun di negeri orang. Ada kebiasaan di kantorku biasanya saat lunch time banyak karyawan yang jalan rame-rame sambil makan sandwich atau roti yang dibawa dari rumah. Aku biasanya jalan-jalan juga dengan Pak A ini. Kadang kita mampir ke supermarket sekedar membeli makanan kecil untuk pengganjal perut di sore hari. Aku perhatikan Pak A ini dengan santainya makan roti isi daging sapi, kue basah yang belum jelas kehalalannya, biskuit dll.
Padahal di dalam Al Qur'an udah dijelaskan :
Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (Al Maa'idah 88)
Beberapa minggu yang lalu ada acara kantor. Semua orang diundang, ada permainan bowling, karting, skiing dll dan semua yang akan hadir bisa memilih jenis hidangan yang akan dimakan. Ada 3 pilihan, daging sapi, ikan atau sayuran untuk vegetarian. Saat akan memilih aku tertarik dengan salah satu nama muslim yang menulis catatan tentang hidangan yang dipilihnya tertulis "Geen varken vlees" atau No Pork. Jadi penasaran yang mana sih orangnya. Malem pas acara pas maen bowling akhirnya ketemu ama orang Turki itu, dan dia sedang minum bir. Mmmh.....jadi bingung, muslim bukan sih?
Lain hari aku janji ketemu dengan temen lama, mumpung sama-sama di Belanda seneng juga bisa ketemu lagi. Cerita soal makanan dia bilang ga masalah kan makan di restoran cepat saji asal pilih menu ikan bukan daging sapi yang jelas haram karena disembelih bukan dengan cara Islam. Padahal boleh jadi tempat memasaknya sama, dicampur dengan mayonise yang belum tentu halal, margarine yang juga belum tentu halal dll. Aku sih tetap pada prinsipku, zat yang haram walaupun sedikit tetap haram. Lebih aman bawa makanan dari rumah, daging halal bisa dibeli di toko Turki, cek dulu sebelum beli roti, mayonaise, minuman dll.
Di benua Eropa ada code E-XXX yang salah satunya mengandung arti asal zat tersebut apakah berasal dari babi atau bukan. Zat ini bisa terkandung di dalam makanan atau minuman. Ada banyak website yang menjelaskan soal E code ini beberapa diantaranya:
http://www.guidedways.com/halalfoodguide.php
http://www.ehalal.org/ecodeproducts.html
http://www.muslimtents.com/aminahsworld/Ecodes.html
E code ini ada di banyak jenis makanan. Misalnya untuk emulgator roti banyak dipakai E471 dan E472 yang haram. Sebaiknya kita memilih E481 atau E482 yang halal. Dan kenyataannya di Belanda masih banyak makanan dan minuman yang tidak mengandung bahan-bahan yang berasal dari babi. Dan ada makanan dan kue yang mengandung alkohol. Repot dan ribet? pastinya....tapi Allah Maha Tahu dan justru ini bisa menjadi ladang amal buat kita asal kita mau berusaha. Fisabilillah, wallahu 'alam
Mudah-mudahan aku dan keluarga bisa tetap menjaga kehalalalan semua makanan yang kami makan, amiiin....
Hidup di negara yang mayoritas penduduknya non muslim memang memberikan tantangan tersendiri untuk seorang muslim. Dan saat ini aku mengalami sendiri perbedaan yang mencolok antara tempat tinggalku sebelumnya di Malaysia yang mayoritas penduduknya muslim dan di tempat tinggalku sekarang di Belanda. Hal-hal kecil yang tadinya kelihatan tidak penting sekarang bisa menimbulkan masalah misalnya mencari tempat sholat. Masalah bukan hanya itu, untuk berwudu' aku dan Dewi, istriku, harus sedikit memutar otak. Di Malaysia dimana-mana kita dengan mudahnya menemukan surau (mushola) lengkap dengan tempat wudu'-nya, bersih dan nyaman. Mesjid juga ada dimana-mana, megah dan nyaman untuk tempat kita bersujud kepada-Nya.
Tapi Alhamdulillah selama ini kita selalu menemukan solusinya. Di kantorku ada beberapa orang muslim walaupun ga banyak. Ada yang orang Indonesia tapi sudah lama tinggal di Belanda dan ada orang Turki. Hari pertama kerja aku diperkenalkan dengan orang Indonesia, aku sebut saja namanya Pak A, sudah tua umurnya 60-an dan hampir pensiun. Sewaktu aku tanya apakah dia muslim dan dia jawab iya, wah.....seneng banget rasanya. Tapi sewaktu aku tanya dimana dia sholat Jum'at karena aku belum tau dimana mesjid terdekat dari kantor dan dia menggeleng sambil bilang sejak dia tinggal di Belanda dia tidak pernah lagi mengerjakan sholat. Ya Allah......aku berkata dalam hati, kasian banget yah sambil berfikir apa aku akan jadi seperti dia kalo aku udah tinggal puluhan tahun di negeri orang. Ada kebiasaan di kantorku biasanya saat lunch time banyak karyawan yang jalan rame-rame sambil makan sandwich atau roti yang dibawa dari rumah. Aku biasanya jalan-jalan juga dengan Pak A ini. Kadang kita mampir ke supermarket sekedar membeli makanan kecil untuk pengganjal perut di sore hari. Aku perhatikan Pak A ini dengan santainya makan roti isi daging sapi, kue basah yang belum jelas kehalalannya, biskuit dll.
Padahal di dalam Al Qur'an udah dijelaskan :
Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (Al Maa'idah 88)
Beberapa minggu yang lalu ada acara kantor. Semua orang diundang, ada permainan bowling, karting, skiing dll dan semua yang akan hadir bisa memilih jenis hidangan yang akan dimakan. Ada 3 pilihan, daging sapi, ikan atau sayuran untuk vegetarian. Saat akan memilih aku tertarik dengan salah satu nama muslim yang menulis catatan tentang hidangan yang dipilihnya tertulis "Geen varken vlees" atau No Pork. Jadi penasaran yang mana sih orangnya. Malem pas acara pas maen bowling akhirnya ketemu ama orang Turki itu, dan dia sedang minum bir. Mmmh.....jadi bingung, muslim bukan sih?
Lain hari aku janji ketemu dengan temen lama, mumpung sama-sama di Belanda seneng juga bisa ketemu lagi. Cerita soal makanan dia bilang ga masalah kan makan di restoran cepat saji asal pilih menu ikan bukan daging sapi yang jelas haram karena disembelih bukan dengan cara Islam. Padahal boleh jadi tempat memasaknya sama, dicampur dengan mayonise yang belum tentu halal, margarine yang juga belum tentu halal dll. Aku sih tetap pada prinsipku, zat yang haram walaupun sedikit tetap haram. Lebih aman bawa makanan dari rumah, daging halal bisa dibeli di toko Turki, cek dulu sebelum beli roti, mayonaise, minuman dll.
Di benua Eropa ada code E-XXX yang salah satunya mengandung arti asal zat tersebut apakah berasal dari babi atau bukan. Zat ini bisa terkandung di dalam makanan atau minuman. Ada banyak website yang menjelaskan soal E code ini beberapa diantaranya:
http://www.guidedways.com/halalfoodguide.php
http://www.ehalal.org/ecodeproducts.html
http://www.muslimtents.com/aminahsworld/Ecodes.html
E code ini ada di banyak jenis makanan. Misalnya untuk emulgator roti banyak dipakai E471 dan E472 yang haram. Sebaiknya kita memilih E481 atau E482 yang halal. Dan kenyataannya di Belanda masih banyak makanan dan minuman yang tidak mengandung bahan-bahan yang berasal dari babi. Dan ada makanan dan kue yang mengandung alkohol. Repot dan ribet? pastinya....tapi Allah Maha Tahu dan justru ini bisa menjadi ladang amal buat kita asal kita mau berusaha. Fisabilillah, wallahu 'alam
Mudah-mudahan aku dan keluarga bisa tetap menjaga kehalalalan semua makanan yang kami makan, amiiin....
Subscribe to:
Posts (Atom)